Amazon MP3 Clips

Total Tayangan Laman

Minggu, 17 Juli 2011

CBT atau cognitive-behavioral therapy (terapi kognitif-behavioral)

CBT atau cognitive-behavioral therapy (terapi kognitif-behavioral) merupakan suatu cabang dari psikoterapi (terapi psikologis) yang banyak menggunakan teori-teori, prinsip-prinsip dan temuan-temuan dari psikologi akademis.
cognitive / PENGERTIAN ~ 1
n      Semua perbuatan kita berdasarkan pola. Pola adalah isi pengertian kita. Pola itu tidak selalu disadari, tetapi ada. Dari sudut pola, perbuatan itu pelaksanaan pola atau pelaksanaan pengertian.
n      Dari sudut bangkitanya dinamika, pengertian itu membangkitkan. Manusia mengerti, melihat; karena melihat, lantas ingin, tertarik, mulai bergerak. Hal ini bisa dijelaskan juga dengan percobaan dalam psikologi. Pada bunyi lonceng, anjing ingat (=mengerti) makanannya, lantas tertarik untuk makan, sehingga keluar air liur. Jadi, timbul dinamika dengan timbulnya pengertian.
n      Jika dinamika itu dijiwai oleh pengertian rasional, maka di situ dinamika itu betul-betul dinamika insani. Sebelum itu, dinamika masih bersifat infra-human. Dinamika pada manusia dalam status anak kecil belum mencapai tingkat human, tetapi proses ke tingkat itu. Kapan tercapai ? Tidak bisa dikatakan, seperti kita juga tidak bisa mengatakan batas antara tidak sadar dan sadar.

cognitive / PENGERTIAN ~ 2
n     Yang perlu diingat, bahwa dengan mencapai tingkat insani itu dinamika manusia mencapai kesatuannya. Di mana tingkat itu tidak tercapai ( misalnya, karena imbesil ) atau hilang ( karena skizofrenia ), maka di situ integritas dinamika juga tidak ada.
n     Dengan dicapainya tingkat human itu kesatuan dinamika belum terjamin. Manusia masih bisa berantakan moralnya. Kesatuan yang lebih sempurna barulah dicapai, jika hidup manusia diharmoniskan, disatukan, diintegrasikan oleh dan dalam kepribadian, yang susila.
n     Ini pun bukan status yang selesai. Selama hidup, kesatuan dinamika berupa perjuangan yang tak pernah selesai. Bisa maju, bisa mundur.

TRIAS therapy HOLISTIK
Jasmani
Somatotherapy
· Pembedahan
· Farmakotherapy
· Fisiotherapy


Jiwa
Psikotherapy
· Rekonstruktif
· Reedukatif (mis CBT)
· Suportif

Lingkungan
Milieu therapy
Sosiotherapy
· therapy kelompok
· therapy keluarga


“A K U”




n      Pada manusia, yang ada bukan hanya rasa takut, tetapi seluruh pribadi lah yang takut. Yang menikmati keindahan bukan mata, tetapi seluruh pribadi manusia. Yang lapar bukan perut, namun seluruh manusia.
n      Bila timbul suatu gangguan pada manusia, bukan hanya jiwanya yang terganggu (mis. depresi, skizofrenia, dsb), bukan badannya saja yang sakit (mis. kelainan jantung, apendiksitis, dsb), namun seluruh manusia yang menderita dan memerlukan atau mencari pertolongan; serta, ia selalu berinteraksi dengan lingkungan. 

therapy cognitive behavior~1

n      Mengingat bahwa dalam setiap kasus penyimpangan klinis, pikiran dan perasaan umumnya tidak kasat mata, sementara manifestasi perbuatan akan lebih tampak jelas, maka therapy menjadi mudah terjerumus ke dalam teknik modifikasi perbuatan semata daripada modifikasi pikiran dan perasaan.
n      Sebagai contoh, dalam kasus depresi, dokter akan memberikan resep obat anti depresan untuk mengatasi masalah depresi pasien, dimana gejala depresinya diharapkan segera hilang atau berkurang. Namun tanpa mengubah mekanisme pola pikiran-perasaan-perbuatan, klien akan mudah terjebak lagi dalam situasi depresi lain (atau sebenarnya perkembangan dari status lama), karena sebenarnya masalah utama penyebab depresi dan keterampilan mengatasi tekanan belum diselesaikan, terutama apabila efek obat berangsur-angsur hilang (Oemarjoedi, 2003).

therapy cognitive behavior~2
n       therapy cognitive-behavior (CBT) berlandaskan konsep bahwa cara kita berpikir memengaruhi bagaimana kita merasa dan berespon / bertingkahlaku, serta apa yang kita lakukan memengaruhi pikiran dan perasaan kita.
n       Setiap orang dapat menafsirkan kejadian kehidupan dengan sangat berbeda, yang berakibat pada konsekuensi-konsekuensi emosional dan behavior yang banyak dan bervariasi.
n       Beberapa dari konsekuensi tersebut dapat menolong ( helpful ) atau tidak begitu menolong ( unhelpful ) dalam kehidupan kita sehari-hari.
n       CBT bukanlah mengenai “melihat sisi yang lebih terang atau baik.” CBT adalah mengenai belajar strategi-strategi khusus untuk berpikir lebih realistis mengenai kehidupan. Strategi-strategi ini secara bersama-sama disebut “Restrukturisasi cognitive.”
n       Prinsip CBT adalah bahwa keyakinan yang negatif dan tidak menolong perlu “diuji,” guna menentukan apakah keyakinan tersebut akurat, realistis, dan benar. Dalam kebanyakan kasus, pemikiran / keyakinan tersebut sesungguhnya miskonsepsi ( salah mengerti ) yang irasional ( disebut “Bias cognitive” ), yang menimbulkan distres dan membuat lebih sulit menanggulangi suatu situasi.


SKENARIO cognitive behavior~1
n      Tiga orang yang berbeda, Aditia, Bagus, dan Cicih, tersandung pada suatu benda asing di trotoar jalan.
n      Aditia berpikir, “Oh tidak. Betapa bodohnya saya. Bagaimana saya bisa mengalami hal yang bodoh ini ? Setiap orang telah melihat dan berpikir bahwa saya betul-betul tolol !”  Respon Aditia: Merasa dirinya memalukan, terhina, dan distres. Menghindari kontak dengan orang lain. Cepat-cepat pulang ke rumah.
n      Bagus berpikir, “Saya dapat sungguh-sungguh terluka. Pemda seharusnya menangani/mencegah hal ini. Sungguh sial dan memalukan!” Respon Bagus: Merasa cemas, bingung, sangat marah dan stres. Kasar dalam menghadapi orang-orang pada hari itu. Stres sepanjang hari.
n      Cicih berpikir, “Oh! Apakah itu? Oh, saya hanya tersandung! Yah, saya baik-baik saja, jadi saya hanya akan tetap berjalan!” Respon Cicih: Tidak memberi kesempatan adanya pemikiran negatif. Tidak ada akibat apa-apa pada hari itu.

SKENARIO cognitive behavior~2

n      Vera sedang merasa bosan, kemudian pergi berbelanja. Ketika sedang berjalan, seseorang yang dikenalnya berpapasan di hadapannya namun melaluinya begitu saja, nampak mengabaikannya.

Respon    “Tidak Menolong”    “Menolong”     
Pemikiran    Ia mengabaikan saya; ia tidak menyukai saya.    Nampaknya ia sedang suntuk; saya ingin tahu, apakah ia sedang ada masalah.     
Emosi    Lemas, sedih, dan merasa ditolak.    Peduli dengan orang lain (Vera).     
Fisik    Nyeri perut, energi lemah, merasa sakit.    Tidak merasa apa-apa, kecuali perasaan nyaman.     
Tindakan    Pulang ke rumah, dan menghindarinya.    Menghampirinya untuk memastikan ia baik-baik saja.    

BIAS cognitive ~ 1

n      Berpikir Hitam-Putih. Melihat sesuatu dalam bentuk “all good-or-all bad” (semua baik atau semua buruk) tanpa  kondisi pertengahan. Contoh: meyakini bahwa menjalani suatu hubungan harus semua baik, kalau tidak hubungan tersebut tidak baik, atau buruk sekali.
n      Berpikir katastrofik. Melebih-lebihkan suatu kesalahan atau masalah dengan membesar-besarkannya di luar proporsinya. Contoh: jika atasan meminta anda mengulangi suatu pekerjaan, anda berpikir, “Pekerjaan saya sebelumnya mungkin jelek sekali” atau “Saya mesti lah karyawan yang paling buruk.”
n      Gemar membaca pikiran. Lebih banyak membaca behavior dan ekspresi orang lain daripada apa yang sungguh-sungguh terjadi. Contoh: jika atasan anda memanggil anda untuk datang ke ruangannya untuk berbicara dengan anda, anda berpikir, “Beliau menatap saya dengan aneh. Pasti ia marah pada saya dan saya akan memperoleh masalah yang besar.”

BIAS cognitive ~ 2

n      Meramal. Membayangkan skenario kasus terburuk akan terjadi dan beranggapan bahwa semua peristiwa kehidupan akan berakhir buruk. Contoh: tidak ingin menghadiri sebuah pesta karena anda “mengetahui bahwa anda akan mengalami hal yang buruk” dan “tidak akan ada orang yang akan berbicara dengan anda.” Bias cognitive ini dapat membawa anda secara aktual membuat skenario realitas yang negatif (pada pesta tersebut anda merasa tidak nyaman dan menghindari kontak dengan orang-orang). Hal ini sering disebut “nubuat yang dipenuhi sendiri”.
n      Pemberian label. Anda melekatkan label/cap negatif terhadap diri anda sendiri atau orang lain daripada menggambarkan behavior aktualnya. Contoh: menilai diri anda sebagai pecundang yang tanpa harapan daripada sekadar mengakui bahwa anda telah berbuat suatu kesalahan.
n      Generalisasi berlebihan. Membuat sebuah kesimpulan umum berdasarkan satu insiden. Anda meyakini bahwa apabila sesuatu berlaku pada suatu kasus, maka akan berlaku juga pada semua kasus. Contoh: meyakini bahwa diri anda bodoh dan tidak dapat diandalkan ketika anda lupa satu janji pertemuan.

Prinsip CBT bagi Skizofrenia

n    Diperlukan Model cognitive untuk menentukan perlakuan ( treatment ) yang tepat.
n    Anda tidak gila
n    Sesuatu itu nyata atau anda meyakini itu nyata.
n    Bagaimana anda menilai situasi/peristiwa menyebabkan apa yang anda rasakan.
n    Ujilah -  Kesampingkan "behavior aman" ( safety behaviours ) anda.
n    Apa yang anda lakukan dan bagaimana anda terlibat merupakan hal yang penting.

Model cognitive (Morrison, 2001)


Eksperimen behavior


Pemikiran yang diuji: Orang-orang di jalan menertawakan saya
behavior aman yang biasa dilakukan:
Berjalan cepat, melihat ke bawah/tanah, menghindari memandang orang.     
Keyakinan dalam pikiran ( 0-100% ) :
Sebelum eksperimen 90%     Setelah eksperimen   20%     
Eksperimen untuk menguji pemikiran    Masalah yang mungkin terjadi    Strategi untuk menghadapi masalah    Hasil yang diharapkan    Hasil Aktual    Alternatif pemikiran     
Memandangi orang-orang di sepanjang jalan, tidak melihat ke bawah terus.    Saya tidak akan melakukannya dengan baik.

Saya tidak akan melakukannya karena saya tidak cukup percaya diri.    Tuti berjalan dengan saya pertama-tama, kemudian secara perlahan memperbesar jarak di antara kami.

Jadikan PR.    Saya akan melihat banyak orang sedang tertawa dan 8 dari 10 orang yang tertawa tersebut akan mengarah ke saya.    Melihat sejumlah orang sedang tertawa, meskipun nampaknya mereka sedang tidak menertawai saya.    Orang-orang di jalan tersebut memang tertawa, meskipun mungkin banyak alasan untuk itu.    

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar